Mengenal Kehidupan Sir John Cornforth Sang Ahli Kimia, WAJIB BACA

Posted on
Mengenal Kehidupan Sir John Cornforth Sang Ahli Kimia
Sir John Cornforth – Image from : tirto.id

Professor Sir John Cornforth adalah seorang ahli kimia yang memenangkan hadiah Nobel. Ia lahir pada 7 September 1917.

Loading...

Beliau dikenal karena karyanya di bidang stereokimia, studi tentang bagaimana susunan ruang atom mempengaruhi sifat senyawa kimia.

Sir John lahir di Sydney, Australia. Sewaktu kecil ia mulai kehilangan pendengarannya. Pada usianya yang ke 20 tahun ia mengalami tuli secara keseluruhan.

Meski ia sudah tak bisa mendengar setiap yang dosen ajarkan, tapi ia mampu melahap sendiri seluruh isi buku teks kimia.

Perjalanan hidup Sir John yang berat ini menjadikan sebuah pelajaran untuk semua orang. Banyak hikmah yang tersampaikan dari cerita hidupnya

Untuk itu kali ini wajib baca akan membagikan Sir John Cornforth biography yang dapat kita pelajari.

10 Fakta Sir John Cornforth

1. Seorang ilmuan yang memenangkan Nobel kimia untuk karyanya yaitu penelitian stereokimia reaksi yang dikatalisis enzim.

2. Lahir pada 7 September 1917, di Sydney, NSW, Australia.

3. Pada masa kecilnya, ia sudah mulai kehilangan pendengaran.

Menginjak usia 10 tahun, Sir John mulai menunjukkan gejala tunarungu. Ia didiagnosis terkena otosklerosis, penyakit bagian dalam telinga yang menyebabkan gangguan pendengaran.

Pada saat belajar di University of Sydney pada umur 20 tahun ia mengalami tuna rungu secara keseluruhan sehingga tak bisa mendengarkan sama sekali.

Karena tak mendengar kuliah dari dosennya, ia memusatkan perhatian di laboratorium kimia organik.

4. Di University of Sydney, Sir John Cornforth bertemu dengan sesama ahli kimia Rita Harradence.

5. Di tahun 1939, Sir John Cornforth dan Rita Harradence memenangkan beasiswa ke Oxford

Selain melanjutkan studi di University of Oxford, ia juga bekerja sebagai profesor di University Warwick, Suffolk, dan California di Los Angeles.

Pada tahun 1975, Sir John dianugerahi Hadiah Nobel untuk kimia untuk penelitiannya dengan Vladimir Prelog tentang stereokimia. Karya ini pada dasarnya menggambarkan peran enzim dan struktur tiga dimensi molekul dalam penciptaan senyawa yang penting bagi kehidupan.

6. Dua tahun kemudian, keduanya memutuskan untuk menikah

Kontribusi besar atas karyanya itu juga berasal dari istrinya, seorang dokter kimia. Istrinya justru lebih mahir melakukan eksperimen penting ketimbang dirinya, dan Rita membantunya berkomunikasi.

Keduanya bertemu saat masih menjadi mahasiswa kimia di University of Sydney. Rita Harradence memiliki barang pecah belah laboratorium yang telah rusak. Kemudian keduanya memenangkan beasiswa untuk studi lebih lanjut di Oxford. Dan sejak di sanalah sejumlah karya dan penelitian mulai dilahirkan.

7. Pasangan suami istri itu kemudian menulis lebih dari 40 Jurnal Ilmiah

Baca Juga:

8. Di Oxford, Sir John Cornforth bergabung dengan sebuah tim yang mengembangkan antibiotik penisilin

Kemudian itu ia kembali ke penelitian awalnya, yakni stereokimia dari berbagai reaksi kimia.

Dalam penelitiannya itu, Sir John Cornforth dibantu oleh Vladimir Prelog. Keduanya mempelajari enzim yang mengaktifkan perubahan senyawa organik.

Hasil dari penelitiannya tersebut membuka gerbang bagi banyak penemuan lain.

Salah satu yang paling penting, penemuan pengembangan obat penurun kolesterol.

9. Pada tahun 1975, atas penelitiannya itu, ia dianugerahkan Nobel di bidang kimia.

Dalam keterangan pers seputar gelar tersebut, dituliskan bahwa subjek yang diteliti oleh Sir John Cornforth sulit untuk dijelaskan kepada orang awam.

Namun, karyanya ini dikatakan memberikan manfaat bagi jutaan orang di seluruh dunia.

10. Sir John Cornforth menutup usianya pada 2013 di umur 96 tahun setelah istrinya yang terlebih dahulu wafat di umurnya yang mencapai 97 tahun.

Sumber

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *